Kisah Pengabdian di Jalan Spiritual

Kisah Pengabdian di jalan spiritual

Sa'di menyajikan sebuah gambaran tentang pengabdian yang indah dalam syairnya 'Bustan', tentang Sultan Mahmud dan Ayaz, pelayan sultan. Sa'di kemudian mulai menuturkan kisah tentang bagaimana dalam sebuah prosesi kerajaan, seekor unta yang sarat membawa permata dan mutiara suatu ketika jatuh, menumpahkan seluruh batu berharga yang dibawanya itu.

Sultan Mahmud, yang memang bersifat dermawan, mengizinkan para pengikutnya untuk mengambil permata itu dan pergi. Semua pengikutnya menerobos barisan dan segera memperebutkan permata, dengan 'mengabaikan Sang Raja karena hartanya.' Hanya Ayaz yang bersikap acuh tak acuh terhadap permata itu dan tetap berada dibelakang Sang Raja. Ketika Mahmud melihatnya tengah mengikuti dia, dia berseru,
.
."Hai Ayaz, apa yang engkau peroleh dari perebutan itu?"
. Ayaz mengatakan, "Aku tidak mencari permata, namun mengikuti Rajaku, sebab bagaimana aku dapat menyibukkan diri dengan hadiahmu padahal cita-citaku adalah untuk mengabdi"🌹
.
Sa'di kemudian menyimpulkan :
Hai sahabat, jika engkau berada dekat dengan Singgasana, janganlah abaikan Raja karena permata-Nya, sebab dalam jalan ini, wali tak pernah meminta apapun dari Tuhan kecuali Dia.
Maka ketahuilah jika yang engkau cari hanyalah karunia Kekasih, engkau tetap terbelenggu didalam penjaramu, bukan penjara-Nya.😥

Postingan populer dari blog ini

Perhitungan Kebutuhan Pokok

Doa Memohon Kebaikan Umum

Jebakan Pikiran