Shelter - By Qurratu Aina

*Perlindungan*

Awal bertemu,
Kami pikir ini tak akan semudah itu,
Bertemu dengan orang baru,
Menyesuaikan hal hal baru.
Kami dipertemukan,
disebuah lingkungan,
yang kami namai perlindungan.
Kami tumbuh bersama,
Dengan 37 manusia,
Yang sungguh berbeda-beda.
Waktu berjalan,
kami mulai menemukan,
tawa tawa kebahagiaan,
Hingga tangisan perkelahian.
Kami bahagia,
Sungguh bahagia,
Walau kami hanya di pandang sebelah mata.
Kami kalah,
Selalu kalah,
Walau kami telah bersusah payah.
Kami mulai goyah,
Mulai mengakui bahwa kami lemah,
Walau hati kami terus patah.
Kami mencoba bangkit,
Walau kami harus lari terbirit-birit.
Saat kami mulai bisa berdiri,
Satu teman kami harus pergi,
Meninggalkan perlindungan yang nyaman ini.
Kami terluka,
Tapi kami berkata,
Kami tidak apa-apa.
Kami berusaha bangkit lagi,
Mengejar ketertinggalan yang kian jauh pergi,
Tapi,
Hati kami dihancurkan lagi,
Dua teman kami,
Dipaksa untuk pergi.
Kami menangis,
Hati kami kian teriris,
Perpisahan memang sadis,
Tapi kami harus menerima kenyataan yang miris.
Lika liku hidup, kami lalui bersama,
Nama kami, mulai terdengar di udara,
Akhirnya,
Kami hadir sebagai juara.
Bahagia,
Itulah rasanya,
Perjuangan kami tidak terasa sia-sia.
Tapi kami lupa,
Semakin dekat dengan juara,
Semakin dekat dengan puncaknya,
Semakin dekat juga,
Dengan akhirnya.
Tak terasa,
Kita sudah berada di ujung cerita,
Meninggalkan segala duka lara,
Suka cita,
Maupun rasa cinta.
Kita harus beranjak pergi,
Meninggalkan momen ini,
terima kasih sudah mengisi,
Mengisi hidup, yang terasa sunyi.
Perlindunganku,
Ku ungkapkan rasa cintaku,
Tak lupa rasa terima kasih ku,
Aku,
Akan mengingat momen ini, sepanjang hidupku.

Postingan populer dari blog ini

Perhitungan Kebutuhan Pokok

Doa Memohon Kebaikan Umum

Jebakan Pikiran