Memiliki Tekad sebagai Rahmat

 [Ali Imran: 159]


"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."

Ketika saya dapati, berbagai permasalahan dalam hubungan terhadap sesama manusia, datang silih berganti. Hati ini menjadi kian keras. Mudah marah, dan menyalahkan orang lain. Seolah-olah mereka harus selalu sempurna dalam menjalankan amanah.

Suatu ketika, saya mendengar sebuah ayatnya tentang rahmat Allah. Hanya dengan itu menjadi pengingat bahwa tidak ada yang bisa berlemah-lembut kecuali seseorang yang memperoleh rahmat. Saya pun mengerti, hanya dengan kelembutan lah tuhan akan meridhai setiap urusan ini. Sejak saat itu, saya coba berkali-kali untuk menahan setiap amarah, kejengkelan, ketidakjelasan, dan hal hal lainnya yang datang silih berganti. Berulang kali, memilih untuk diam, dan menimpakan kesalahan mereka pada diri saya sendiri. Hingga suatu ketika emosi itu pun tumpah-ruah. Tidak ada seorang pun yang tahu ketika saya memilih menangis seorang diri, dan menyalahkan setiap hal yang ada. Hanya seorang yang saya pikir ingin bercerita dengannya saat itu. Sayangnya, ia pun bukan orang yang mengerti diri saya.

Akhirnya, saya pun menyadari, berlemah-lembut saja tidak pernah cukup, kita harus mengambil sikap. Bukan sikap kerasa kepala, tapi ketegasan untuk bertindak. Bukan sekedar mentoleransi setiap kekeliruan, tapi membenahi perlahan dengan jalan yang Allah Ridhai.

Berdoalah saudaraku ketika kalian menjumpai peristiwa seperti saya. Memohonkan ampun untuk mereka. Bermusyawarahlah, dan serahkanlah kepada Allah, agar Ia sendiri yang menyelesaikan seluruh urusan ini untukmu. Karena, hanya dengan bersamaNya lah terhimpun segala urusan, dan di sisiNya lah perbendaharaan yang tidak pernah merugi.

InsyaAllah
Barakallah, 2 Ramadan 1442 H.

14 April 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perhitungan Kebutuhan Pokok

Doa Memohon Kebaikan Umum

Jebakan Pikiran