Agustus 2020

 Doa Penyegar Jiwa



SPIRITUAL

Ngaji Rumi: Doa yang Menyegarkan Jiwa

JUMAT, 22 MARET 2019


Ilustrasi: "Praying" karya Mihaela Ionescu (2013)

Vincent Brummer, profesor filsafat agama dari universitas Utrecht, dalam bukunya “What Are We Doing When We Pray?” menuliskan, bahkan August Comte, salah seorang peletak dasar mazhab positivisme sekalipun, menganjurkan kepada para pengikutnya untuk berdoa setidaknya dua jam dalam sehari.


Rasanya memang tidak ada agama maupun aliran kepercayaan apapun yang tidak membincangkan doa.


Doa merupakan kebutuhan rohani manusia yang paling dasar. Sebagaimana tubuh kita yang memerlukan makan, minum, dan asupan biologis lainnya. Ruh manusia pun butuh penyegaran melalui sarana doa. Setiap hari kita berdoa, bahkan umat Islam memiliki kesempatan lima kali dalam sehari untuk berdoa. Pertanyaan yang barangkali muncul, doa seperti apa yang dapat memberikan pengaruh dalam perbaikan rohani kita?


Menarik kiranya, menyimak lantunan doa-doa dari para guru sufi dan wali Allah. Selain mereka merupakan pewaris para Nabi, pengalaman pribadi mereka dalam menapaki tangga-tangga spiritual hingga mencapai derajat makrifatullah, dapat menjadi cermin berharga.


Terlebih sosok Rumi, ia tidak hanya guru sufi, tapi juga seorang adib yang memiliki rasa berbahasa tinggi. Lalu bagaimana sebenarnya Rumi memaknai doa yang dilantunkan dalam syair-syairnya, terutama buku Matsnawi?


Pertama, Rumi berpendapat, ketika kita akan mulai berdoa, sesungguhnya Tuhan telah mengabulkan doa itu sendiri. Karena kesadaran untuk berdoa pada hakikatnya adalah hadiah dari-Nya. 


Dalam berbagai bait syair di buku Matsnawi, Rumi bersenandung:


Mata air doa ini bersumber dari kasih sayang dan ajaran Rabbani

Jika tidak, mana mungkin api hawa nafsu menjadi taman rohani

(Matsnawi, jilid 2, bait 2449)


Doa ini sejak awal adalah titah-MU

Jika tidak, mana mungkin hamba lemah ini menghadap-Mu

(Matsnawi, jilid 6, bait 2319)


Kedua, Menurut Rumi, pengakuan dan memaafkan merupakan syarat berdoa, seperti syair yang ditulisnya di buku Matsnawi jilid 5, bait 4010-4011:


Tuhan…telah kuzalimi diriku dan tak terbilang dosaku

Wahai yang Maha Penyayang, ampunilah segala khilafku

Telah kumaafkan siapa saja yang pernah menyakitiku

Maka, duhai Tuhan…maafkanlah segala kesalahanku


Sebagaimana kita ketahui, dosa merupakan salah satu penghalang terkabulnya doa. Sayidina Ali dalam salah satu munajatnya, berdoa, “Ampunilah dosa-dosaku yang menghalangi doa”. Karena itu, Rumi menganjurkan untuk memohon ampunan kepada Allah, sebelum mulai berdoa. Dan Tuhan hanya akan mengampuni orang-orang yang telah memaafkan dirinya dan orang lain yang berbuat salah kepadanya.


Di kelas Yogya yang saya ikuti, sebelum melakukan meditasi, mentor saya menganjurkan untuk menuliskan seluruh hal yang tidak menyenangkan dan mengosongkan jiwa dari segala kebencian.


Ketiga, Rumi menjelaskan, tujuan utama doa adalah berdialog dengan Tuhan. Pendapat ini mewakili banyak tokoh tasawuf, sebagaimana juga Imam Ghazali menyebutkan, doa merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah. Sayangnya, saat berdoa seringkali kita menyebutkan seluruh hajat, dari permintaan umum sampai yang paling detail.


Tetapi, kita melupakan Tuhan sang pengabul hajat itu sendiri. Kita meminta kesuksesan, mengharap umur panjang, rejeki berlimpah, dan kehidupan bahagia. Tapi kita lupa, memohon kedekatan dan keridhaan Allah. Rumi memberikan perumpaan seperti orang yang mengejar laba, tetapi modal utamanya sendiri sebenarnya telah hilang.


Mereka minta apapun dari Tuhan, tapi melupakan Tuhan sendiri

Mereka sangka telah peroleh semuanya, padahal sangat merugi

(Matsnawi, jilid 5, bait 773)


Keempat, Rumi mengajarkan kepada kita untuk berdoa penuh harapan dan cinta. Jauh dari segala keputusasaan. Dalam banyak lantunan puisinya, terutama di buku Matsnawi, Rumi memberikan contoh bermunajat dengan menggunakan diksi indah dan penuh optimisme.


Engkaulah yang mengubah dan memberi ruh pada semesta

Sedang aku hanyalah hamba yang sering khilaf dan alpa


Ubahlah kemarahan yang menguasai diri

Menjadi kesabaran yang tak terperi


Wahai yang mengubah tanah mati menjadi roti

Wahai yang mengubah roti menjadi energi


Duhai yang menjadikan manusia penuh khilaf sebagai pemimpin

Duhai yang menobatkan manusia terasing sebagai Nabi


Duhai yang mengangkat manusia berkalang tanah

Jauh menembus tangga langit tak berbatas

(Masnawi, jilid 5, bait 781-785)


Tuhan…

Engkau dengan segala kesabaran-Mu, telah Kau tutupi aibku yang paling buruk

Jika tidak, dengan segala ilmu-Mu, Engkau mengatahui seluruh keburukanku


Duhai sang Pemaaf tanpa syarat

Di luar segala daya dan upayaku


Di luar segala keyakinan dan ingkarku

Segala keterbatasan dan ketergantunganku


Segala khayalanku dan ratusan orang sepertiku

Segala pengabaian akan perintah-Mu


Aku hanya berharap pada kasih sayang-Mu yang tulus

Aku bergantung pada ampunan-Mu yang tak berujung


Duhai Tuhan…

Aku mengharap pada ketulusan kasih-Mu

Bukan pada amal yang kuperbuat

(Masnawi, jilid 5, bait 1836-1841)

 Sejarah


Sejarah adalah penyelidikan penelitian tentang peristiwa khusus unik yang terjadi satu kali dan membawa perubahan yang berarti dalam batasan ruang dan waktu. sejarah bisa pula berarti peristiwa penting yang terjadi Sejak ditemukannya catatan tertulis hingga sekarang. Cara berpikir sejarah dapat dimaknai sebagai konsep dalam mengkaji sejarah. Secara mudahnya konsep/cara berpikir sejarah dibagi menjadi tiga konsep, yaitu: kronologis (diakronik), sinkronik, dan konsep ruang dan waktu.


Cara berpikir kronologis/diakronik berasal dari kata kata dia kronik, dalam bahasa Latin "Dia" memiliki arti melalui atau melampaui dan yang berarti waktu titik sehingga dapat diartikan cara berpikir sejarah yang memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang titik berpikir diakronik adalah berpikir kronologis (urutan) dalam menganalisa sesuatu. Kronologi sendiri diartikan sebagai catatan kejadian yang diurutkan sesuai waktu kejadiannya.


Adapun ciri ciri cara berpikir diakronis yaitu

1 digunakan banyak dalam ilmu sejarah 2 menguraikan secara dinamis dan berdimensi waktu titik 3 bersifat komparatif dengan cakupan lebih luas.


Yang kedua adalah cara berpikir sejarah secara sinkronik sinkronik artinya meluas dalam ruang terbatas dalam waktu titik-titik pendekatan sinkronik biasanya digunakan dalam ilmu sosial pendekatan ini menganalisa sesuatu tertentu pada saat tertentu, titik tetap pada waktunya.


Sementara itu, konsep berpikir sejarah secara ruang dan waktu tidak dapat didefinisikan begitu saja titik pertama ruang dalam sejarah merupakan tempat terjadinya peristiwa berkaitan dengan aspek geografis sedangkan waktu berkaitan erat dengan kehidupan masa lalu kini dan masa depan titik mempelajari sejarah bukan hanya sesuatu yang berhenti tetapi juga sesuatu yang terus bergerak sejalan dengan perjalanan waktu. Setiap peristiwa sejarah berada dalam kurun waktu tertentu yang memiliki latar belakang sebelumnya.




Konsep ruang dan waktu merupakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu peristiwa dan perubahannya dalam kehidupan manusia sebagai subjek atau pelaku sejarah. Segala aktivitas pasti berlangsung bersamaan dengan tempat dan waktu kejadian titik perjalanan manusia selama hidupnya sama dengan perjalanan waktu itu sendiri pada suatu tempat dimana manusia hidup.



Nurmarifa8.blogspot.co.id/2014/12/BerfikirSejarah.html

 Mengapa Antri

MENGAPA GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA ?

INILAH JAWABANNYA :


Seorang guru   di Australia pernah berkata :

“Kami tidak terlalu khawatir anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”


Saya tanya "kenapa begitu?”


Jawabnya :


1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dsb.

3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran Etika Moral dan ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.

”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI?”


”Oh banyak sekali.."


1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya jika ia mendapat antrian di tengah atau di belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal.

4. Anak belajar disiplin, setara, tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur, dan menghargai orang lain

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Dan masih banyak pelajaran lainnya, silakan anda temukan sendiri..

FAKTANYA di Indonesia..


Banyak orang tua justru mengajari anaknya dlm masalah mengantri dan menunggu giliran, Sebagai berikut :


1. Ada orangtua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”   

2. Ada orangtua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orangtua yang memakai taktik atau alasan agar dia atau anaknya diberi jatah antrian terdepan, dengan alasan anaknya masih kecil, capek, rumahnya jauh, orang tak mampu, dsb.

4. Ada orang tua yang marah-marah karena dia atau anaknya ditegur gara-gara menyerobot antrian orang lain, lalu ngajak berkelahi si penegur.

5. Dan berbagai kasus lain yang mungkin pernah anda alami.

Yuk kita ajari anak-anak kita, kerabat dan saudara untuk belajar etika sosial, khususnya ANTRI.


Budaya SUAP dan KORUPSI juga dimulai dari tidak mau belajar mengantri.....



Copas dari beberapa sumber

 Sia sia

Bukan kesempatan tak pernah datang, atau nasib tak pernah berpihak, tetapi sikap lah yang tak pernah menyambutnya dengan bersahabat.

Betapa banyak kesempatan datang berlalu begitu saja karena salah dalam memilih sikap. 

Ingatlah ini, bahwa tidak setiap sesuatu yang hilang akan ada penggantinya, juga tidak setiap yang rusak dapat diperbaiki. Maka bijaklah dalam memilih sikap. Jangan telalu percaya pada kata-kata indah orang lain, belum tentu yang patah dapat tumbuh lagi, setidaknya pertumbuhannya pun tidak lagi sempurna.


 Sabtu, 8 Februari 2020


Jangan melakukan sesuatu yang membuat penyesalan.

Tapi bagaimana mengetahui hal itu tidak berakhir penyesalan, jika memulainya pun tidak pernah.

Maka prinsip terbaik saat ini ialah jangan menyesali apapun yang telah dilakukan, selama itu baik, tidak merugikan, meski harus berakhir dengan kejengkelan dan rasa malu.

Berbenahlah...

Kesalahan itu bisa diperbaiki, tapi mereka yang menyerah di tengah perjalanan, bahkan sebelum melihat akhirnya, hanya layak mendapat penyesalan.

Jadi, bukan tentang banyaknya pencapaian, atau keuntungan yang diperoleh. Tapi ini semua tentang menikmati semua proses yang sedang dan akan dilakukan.

Kohesi yaitu hubungan kepaduan antarkalimat dalam kalimat. Ada dua macam yaitu : Kohesi Leksikal yaitu kepaduan yang dicapai melalui pemilihan kosakata, berupa pengulangan, sinonim, antonim, dan hiponim, kolokasi (sandingan kata). Kohesi gramatikal yaitu kepaduan yang dicapai melalui penggunaan elemen dan aturan yang sesuai dengan kaidah tata bahasa. Dibentuk melalui pengacuan/referensi, substitusi dan elipsis. Kalimat empatik menyatakan penekanan khusus pada subjek, penambahan informasi atau penggunaan partikel lah. Kalimat eksklamasi menyatakan rasa kagum atau heran.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget