2023

 Satu tahun berlalu semenjak ramadan tahun kemarin. Hari ini, saya bertemu kembali dengan sebaik-baik bulan dalam islam. Alhamdulillah, saya panjatkan syukur yang begitu dalam, karena masih diberi kesempatan seperti ini.  Setahun belakangan banyak permasalahan datang silih berganti ke negeri ini. Covid-19, banjir bandang, hingga krisis ekonomi, semua datang dan berlalu seolah terjadi begitu cepat. Mereka tamu yang memberi banyak pembelajaran berharga kepada setiap orang.  Hari ini, saya tidak seperti orang-orang pada umumnya. Mereka menyambut ramadan dengan berlomba lomba memperbanyak ibadah guna meraih keridhaan Allah. Saya menyadari ada yang salah dalam diri ini. Banyak bermaksiat, baik terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Sering menyakiti sesama muslim, disengaja maupun tidak. Dan yang paling menakutkan, secara tidak sadar membesarkan banyak berhala di dalam hati. Ujub, riya, sombong, iri, dengki, dan masih banyak lagi. Itu semua adalah tuhan-tuhan yang samar-samar saya besarkan selama setahun ini. Innalillahi, betapa berat kelalaian diri.  Seringkali pula, ketika banyak permasalahan datang, saya bertumpu pada usaha sendiri. Lupa berdoa, lupa meminta yang terbaik kepada sang pemilik duniawi. Seringkali pula, berharap dan takut pada manusia. Seolah mereka mampu membuat makar dan sebagainya. Dan yang paling membuat sedih, saya hampir tidak ridha dengan segenap ketentuannya.  Ramadan tahun ini, diniatkan hanya satu. Semoga Allah menjadikan pada bulan ini, kehancuran berhala-berhala itu di dalam hati, dan memberi saya petunjuk untuk senantiasa meridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai satu-satunya tuhan yang berhak disembah dan diibadahi.  Semoga Allah, yang Maha Mendengar setiap seruan ini, memberi saya kesempatan hidup esok hari, walau hanya sehari. Segala puji bagiNya, tuhan semesta Alam, pemilik segala kekuasaan.  Syukur yang tak terkira, kepada Allah yang memberi nikmat berupa ditakdirnya melakukan berbagai ibadah, nikmat yang tak bisa tergantikan. Sekalipun ibadah ini sedikit sekali dimata orang lain, semoga Yang Tidak Perrnah Memandang Rupa, mau menerimanya.  #kisahramadan #ramadanbercerita #islam #iman #ihsan #mahabbah #taqarrubilallah


13 April 2021

 [Ali Imran: 159]


"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."

Ketika saya dapati, berbagai permasalahan dalam hubungan terhadap sesama manusia, datang silih berganti. Hati ini menjadi kian keras. Mudah marah, dan menyalahkan orang lain. Seolah-olah mereka harus selalu sempurna dalam menjalankan amanah.

Suatu ketika, saya mendengar sebuah ayatnya tentang rahmat Allah. Hanya dengan itu menjadi pengingat bahwa tidak ada yang bisa berlemah-lembut kecuali seseorang yang memperoleh rahmat. Saya pun mengerti, hanya dengan kelembutan lah tuhan akan meridhai setiap urusan ini. Sejak saat itu, saya coba berkali-kali untuk menahan setiap amarah, kejengkelan, ketidakjelasan, dan hal hal lainnya yang datang silih berganti. Berulang kali, memilih untuk diam, dan menimpakan kesalahan mereka pada diri saya sendiri. Hingga suatu ketika emosi itu pun tumpah-ruah. Tidak ada seorang pun yang tahu ketika saya memilih menangis seorang diri, dan menyalahkan setiap hal yang ada. Hanya seorang yang saya pikir ingin bercerita dengannya saat itu. Sayangnya, ia pun bukan orang yang mengerti diri saya.

Akhirnya, saya pun menyadari, berlemah-lembut saja tidak pernah cukup, kita harus mengambil sikap. Bukan sikap kerasa kepala, tapi ketegasan untuk bertindak. Bukan sekedar mentoleransi setiap kekeliruan, tapi membenahi perlahan dengan jalan yang Allah Ridhai.

Berdoalah saudaraku ketika kalian menjumpai peristiwa seperti saya. Memohonkan ampun untuk mereka. Bermusyawarahlah, dan serahkanlah kepada Allah, agar Ia sendiri yang menyelesaikan seluruh urusan ini untukmu. Karena, hanya dengan bersamaNya lah terhimpun segala urusan, dan di sisiNya lah perbendaharaan yang tidak pernah merugi.

InsyaAllah
Barakallah, 2 Ramadan 1442 H.

14 April 2021

 اَللَّهُمَّ حَاسِبْنِى حِسَابًا يَسِيرًا


Allaahumma haasibnii hisaaban yasiiron.

Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah.

HR. Ahmad 6/48. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih selain perkataan: Saya telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sebagian shalatnya membaca: (doa di atas). Ini adalah tambahan di mana Muhammad bin Ishaq bersendirian dalam meriwayatkannya.

Hadits selengkapnya:
Dari Aisyah, ia berkata, saya telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sebagian shalatnya membaca: (doa di atas). Ketika beliau berpaling saya bekata, “Wahai Nabi Allah, apa yang dimaksud dengan hisab yang mudah?” Beliau bersabda, “Seseorang yang Allah melihat kitabnya lalu memaafkannya. Karena orang yang diperdebatkan hisabnya pada hari itu, pasti celaka wahai Aisyah. Dan setiap musibah yang menimpa orang beriman Allah akan menghapus (dosanya) karenanya, bahkan sampai duri yang menusuknya.”

Yang dimaksud dengan doa tersebut diterangkan dalam hadits di atas. Maksud “hisab yang mudah” adalah saat di mana dosa-dosa seorang mukmin di hadapkan pada Allah, lalu ia pun mengakui dosa-dosanya itu. Kemudian setelah itu Allah mengampuni dosa-dosanya setelah ia bersendirian dengan Allah dan tidak ada seorang pun yang melihatnya ketika itu.

Dari Shafwan bin Muhriz bahwa seorang laki-laki pernah bertanya kepada Ibnu Umar, “Bagaimana Anda mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang An Najwa (bisikan di hari kiamat)?” Ibnu Umar menjawab, “Yaitu salah seorang dari kalian akan mendekat kepada Rabb-nya. Kemudian Dia meletakkan naungan-Nya di atasnya. Kemudian Dia berfirman, ‘Apakah kamu telah berbuat ini dan ini?’ Hamba itu menjawab, ‘Ya, benar.’ Dia berfirman lagi, ‘Apakah kamu telah melakukan ini dan ini?’ Hamba itu menjawab, ‘Ya, benar.’ Dia pun mengulang-ulang pertanyannya, kemudian berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosa tadi (merahasiakannya) di dunia dan pada hari ini aku telah mengampuninya bagimu.'” (HR. Bukhari no. 6070).

Inilah yang dimaksudkan dengan hisab yang mudah di mana dosa-dosa seorang hamba yang beriman itu dimaafkan

[Tujuan Hidup Manusia] 

Pertama: Waktu di isi dengan Ibadah kepada Allah


Kedua: Waktu di isi dengan menuntut ilmu agar ibadahnya itu benar.

Ketika dua hal itu telah diketahui, yakni sebuah titik akhir perjalanan hidup di dunia ini. Bahwa hidup yang terbaik adalah yang seluruh waktunya di isi dengan dua hal tersebut. Maka selanjutnya adalah berbicara tentang prosesnya yang dilalui untuk bisa mencapai tujuan itu.

Proses untuk bisa mengisi waktu dengan ibadah, hanyalah satu jalannya, yakni dengan menuntut ilmu, khususnya bagian yang menjadi Fardhu 'Ain.

Maka teramkum sudah, bahwa pada intinya hidup itu adalah perjalanan menuntut ilmu, terus menerus, sambil beramal, dan memperbaiki amal tersebut dengan ilmunya.

Kemudian, dalam menuntut ilmu itu tidak mungkin luput dari interaksi dengan sesama manusia, atau makhluk Allah. Maka di dalam ilmu itu ada dua pokok, yang pertama adalah Hak dan yang kedua adalah Kewajiban.

Hak itu adalah bentuk keuntungan yang diterima dari sebuah ilmu, atau amala. Misalnya, apabila berbuat ini maka akan mendapat itu, dst..

Adapun yang dimaksud kewajiban, itu terbagi menjadi dua, yakni perintah dan larangan.

Menutup sedikit tulisan ini dengan sebuah hadist... Semoga dengan hal itu, bisa menjadi ibrah agar senantiasa menjaga hak dan kewajiban, baik terhadap Allah, maupun antar sesama hamba.

"Rasulullah bersabda: “Tahukah kamu, siapakah yang dinamakan muflis (orang yang bangkrut)?”.

Sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami ialah orang yang tidak punya dirham (uang) dan tidak pula punya harta benda”.

Sabda Nabi: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku datang dihari kiamat membawa salat, puasa dan zakat. Dia datang pernah mencaci orang ini, menuduh (mencemarkan nama baik) orang ini, memakan (dengan tidak menurut jalan yang halal) akan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang ini. Maka kepada orang tempat dia bersalah itu diberikan pula amal baiknya. Dan kepada orang ini diberikan pula amal baiknya. Apabila amal baiknya telah habis sebelum hutangnya lunas, maka, diambil kesalahan orang itu tadi lalu dilemparkan kepadanya, sesudah itu dia dilemparkan ke neraka (HR. Muslim).

6 Februari 2022

 [Tujuan Hidup Manusia] 

Pertama: Waktu di isi dengan Ibadah kepada Allah


Kedua: Waktu di isi dengan menuntut ilmu agar ibadahnya itu benar.

Ketika dua hal itu telah diketahui, yakni sebuah titik akhir perjalanan hidup di dunia ini. Bahwa hidup yang terbaik adalah yang seluruh waktunya di isi dengan dua hal tersebut. Maka selanjutnya adalah berbicara tentang prosesnya yang dilalui untuk bisa mencapai tujuan itu.

Proses untuk bisa mengisi waktu dengan ibadah, hanyalah satu jalannya, yakni dengan menuntut ilmu, khususnya bagian yang menjadi Fardhu 'Ain.

Maka teramkum sudah, bahwa pada intinya hidup itu adalah perjalanan menuntut ilmu, terus menerus, sambil beramal, dan memperbaiki amal tersebut dengan ilmunya.

Kemudian, dalam menuntut ilmu itu tidak mungkin luput dari interaksi dengan sesama manusia, atau makhluk Allah. Maka di dalam ilmu itu ada dua pokok, yang pertama adalah Hak dan yang kedua adalah Kewajiban.

Hak itu adalah bentuk keuntungan yang diterima dari sebuah ilmu, atau amala. Misalnya, apabila berbuat ini maka akan mendapat itu, dst..

Adapun yang dimaksud kewajiban, itu terbagi menjadi dua, yakni perintah dan larangan.

Menutup sedikit tulisan ini dengan sebuah hadist... Semoga dengan hal itu, bisa menjadi ibrah agar senantiasa menjaga hak dan kewajiban, baik terhadap Allah, maupun antar sesama hamba.

"Rasulullah bersabda: “Tahukah kamu, siapakah yang dinamakan muflis (orang yang bangkrut)?”.

Sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami ialah orang yang tidak punya dirham (uang) dan tidak pula punya harta benda”.

Sabda Nabi: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku datang dihari kiamat membawa salat, puasa dan zakat. Dia datang pernah mencaci orang ini, menuduh (mencemarkan nama baik) orang ini, memakan (dengan tidak menurut jalan yang halal) akan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang ini. Maka kepada orang tempat dia bersalah itu diberikan pula amal baiknya. Dan kepada orang ini diberikan pula amal baiknya. Apabila amal baiknya telah habis sebelum hutangnya lunas, maka, diambil kesalahan orang itu tadi lalu dilemparkan kepadanya, sesudah itu dia dilemparkan ke neraka (HR. Muslim).

6 Februari 2022


 [Kita Diciptakan seperti Matahari dan Bulan]

Kita seperti matahari dan bulan, berjalan menurut garis edar masing-masing.
Dan mungkin, karena itu pula alasan kita tidak berjumpa, atau berjumpa tapi tidak bersama, atau bersama tapi tid
ak seirama, karena seperti matahari dan bulan mereka beredar pada garis edarnya masing-masing.


"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya." (QS. asy-Syam:1-2)

Kita pun seperti matahari dan bulan, yang satu mengiringi yang lain, pada garis edarnya masing-masing.
"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa serta Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir, kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." (QS. Yasin:38-40)

Dan kita pun seperti matahari dan bulan. Ketika bulan telah sampai ke manzilah yang terakhir, maka kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua (bentuk asalnya) . Maka selagi belum sampai kepada manzilah yang terakhir itu, teruslah berjuanglah... Jangan keluar dari garis edarnya... Dan jadilah seindah-indahnya bentuk, seperti bulan.

06 Maret 2022, Bada Dzuhur...

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget